Tak Kunjung Tuntas, BPM Kalbar Desak Polda Tangkap “Edi Choy” Cukong Utama Oli Palsu
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- print Cetak

Massa dari BPM Kalbar saat demo di Mapolda 15 Oktober 2025 lalu. | Tak Kunjung Tuntas, BPM Kalbar Desak Polda Tangkap "Edi Choy" Cukong Utama Oli Palsu. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.Com — Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat kembali melayangkan desakan keras terkait penegakan hukum peredaran oli palsu di wilayah tersebut. Organisasi ini mengkritik tajam kinerja Polda Kalbar yang dinilai lamban dalam menangani kasus yang telah meresahkan masyarakat sejak tahun lalu.
Ketua BPM Kalbar, Gusti Edy, menyebut belum ada perkembangan memuaskan pasca aksi unjuk rasa di Mapolda dan Kejati Kalbar pada 15 Oktober 2025 lalu.
“Kasus ini menjadi perhatian karena merugikan konsumen dan merusak kepercayaan publik, dengan tuntutan agar aktor utama dan jaringan di belakangnya segera dijerat hukum,” tulis Gusti Edy melalui rilisnya, Selasa (20/1/2026) di Pontianak.
Kasus ini bermula saat aparat gabungan mengungkap praktik peredaran oli palsu skala besar di Kubu Raya pada Juni 2025. BPM menduga kuat keterlibatan sosok berinisial “Edi Choy” sebagai aktor intelektualnya.
“Pelakunya diduga ‘Edi Choy’ sebagai cukong utama, BPM mendesak penangkapan serta pengusutan jaringannya,” tegas Gusti Edy dalam keterangannya.
Gusti Edy menambahkan, penanganan yang lambat dan terkesan jalan di tempat telah memicu kecurigaan publik mengenai adanya potensi intervensi dalam penyidikan.
BPM Kalbar pun secara resmi meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar untuk mengawal ketat proses hukum ini agar bisa tuntas hingga ke pengadilan.
Peredaran oli palsu dinilai sangat membahayakan karena merugikan masyarakat selaku konsumen kendaraan bermotor secara langsung.
“Oli palsu tidak memiliki aditif yang tepat, menyebabkan suhu mesin naik dan komponen cepat rusak mulai dari piston, ring piston, bearing,” ungkap Gusti Edy.
Selain mendesak tindakan aparat, masyarakat juga diingatkan untuk mengenali ciri oli palsu seperti label kemasan yang mudah rusak dan kualitas cetak rendah.
Ciri lain yang perlu diwaspadai adalah warna cairan yang terlalu gelap atau terang, bau menyengat, serta harga yang jauh di bawah standar pasar resmi.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis

Saat ini belum ada komentar