Satu Persen Bagikan Strategi Manajemen Waktu: Cara Kelola 168 Jam Agar Produktif dan Bahagia
- account_circle Anisa
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Satu Persen Bagikan Strategi Manajemen Waktu: Cara Kelola 168 Jam Agar Produktif dan Bahagia ( FOTO : YouTube )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lawang Kuari.Com – Banyak individu merasa waktu 24 jam dalam sehari tidak cukup untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan. Fenomena bekerja hingga kurang tidur namun tugas tak kunjung usai sering kali bersumber dari manajemen waktu yang kurang tepat, bukan sekadar beban kerja yang berlebihan.
Indonesian Life School, Satu Persen, menekankan pentingnya kesadaran bahwa manusia sering kali gagal dalam memperkirakan durasi pengerjaan tugas. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut adalah empat langkah strategis dalam mengelola waktu agar lebih efisien dan menjaga kesehatan mental.
1. Mencatat Penggunaan Waktu (Time Logs)
Langkah awal yang disarankan adalah melakukan evaluasi diri melalui catatan penggunaan waktu minimal selama tiga hari. Masyarakat diajak untuk mencatat setiap aktivitas yang dilakukan dari bangun tidur hingga kembali beristirahat.
Pencatatan ini bisa menggunakan aplikasi digital maupun buku catatan fisik. Tujuannya adalah agar individu menyadari durasi waktu yang terbuang untuk aktivitas tidak produktif serta mampu menghitung estimasi waktu nyata bagi setiap pekerjaan di masa depan.
2. Perencanaan Mingguan secara Menyeluruh
Satu Persen menyarankan agar individu tidak hanya mengandalkan daftar tugas (to-do list), melainkan beralih ke penjadwalan di kalender. Fokus utama dalam langkah ini adalah memprioritaskan hal-hal yang dikuasai dan memberikan kebahagiaan.
Tugas-tugas kecil yang menyita waktu, seperti merapikan kotak masuk surat elektronik atau membalas pesan yang tidak mendesak, sebaiknya didelegasikan jika memungkinkan agar efisiensi kerja meningkat.
3. Membangun Ritual Pagi yang Konsisten
Pagi hari dianggap sebagai waktu paling berharga karena sepenuhnya berada di bawah kendali pribadi, berbeda dengan siang hari yang cenderung bersifat responsif terhadap instruksi pihak lain.
Membangun alur pagi yang konsisten, seperti meditasi, olahraga, atau perencanaan jangka panjang, memberikan dampak positif yang signifikan. Melakukan kegiatan penting yang tidak mendesak di pagi hari terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.
4. Menjadwalkan Waktu Luang dan Hiburan
Menyeimbangkan kerja dengan waktu santai adalah kunci mencegah kelelahan mental (burnout). Adanya jadwal hiburan menciptakan efek antisipasi yang memotivasi seseorang saat bekerja karena terdapat “hadiah” yang telah direncanakan.
Salah satu tips khusus yang dibagikan adalah menjadwalkan kegiatan menyenangkan pada Minggu malam. Hal ini bertujuan untuk melawan rasa cemas menghadapi hari Senin atau yang dikenal dengan istilah Monday Blues.
“Manajemen waktu adalah tentang sistem, bukan beban. Yang penting adalah konsistensi untuk terus berkembang,” sebagaimana dikutip dari materi edukasi Satu Persen.
Masyarakat tidak dituntut untuk langsung sempurna dalam menerapkan sistem ini, namun bisa memulai dari langkah kecil seperti menjadwalkan tiga hari dalam seminggu secara konsisten.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Saluran YouTube Satu Persen

Saat ini belum ada komentar