Stok BBM di Sekadau Langka, Wabup Subandrio Segera Koordinasi dengan Pertamina Soal Kendala Distribusi
- account_circle Komf/Tim
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- print Cetak

Wakil Bupati Sekadau Subandrio memimpin sidak TPID menjelang Imlek dan Ramadan. Ditemukan kelangkaan BBM di SPBU serta kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. (Foto: Fb/Sukhairi R)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.Com — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sekadau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir. Langkah ini diambil pada Kamis (12/02/2026) sebagai upaya pengawasan menjelang Perayaan Imlek 2577 Kongzili dan menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H.
Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok pangan serta menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di lapangan.
Ia menemukan adanya kelangkaan BBM di sejumlah SPBU yang menyebabkan keresahan bagi para pengendara dan pelaku usaha transportasi.
Menurut Subandrio, kendala distribusi menjadi faktor utama yang memicu terjadinya kekosongan stok bahan bakar di daerah.
“Distribusi BBM ke SPBU saat ini mengalami hambatan karena pengiriman dilakukan dari Depot Pontianak dengan jarak tempuh yang cukup jauh,” ujar Subandrio.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, terdapat dua SPBU di Sekadau Hilir yang sudah beberapa hari terakhir tidak beroperasi secara maksimal.
Kedua SPBU tersebut dilaporkan kehabisan stok total sehingga tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat untuk sementara waktu.
Pemerintah Kabupaten Sekadau menyatakan tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan energi ini.
“Ada dua SPBU yang stoknya kosong total selama beberapa hari. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina,” tegas Subandrio.
Koordinasi tersebut dilakukan guna mencari solusi teknis agar pasokan BBM ke Kabupaten Sekadau kembali normal dalam waktu dekat.
Beralih ke sektor pangan, TPID mencatat bahwa ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) secara umum sebenarnya masih dalam kondisi aman.
Meski stok tersedia, petugas di lapangan memantau adanya tren kenaikan harga pada beberapa barang kebutuhan rumah tangga.
Kenaikan harga yang cukup mencolok terpantau pada komoditas bawang merah serta gula pasir jenis timbang.
Menyikapi temuan ini, Pemkab Sekadau berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif di pasar-pasar tradisional maupun swalayan.
Pengawasan ketat ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
- Penulis: Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar