Petugas Gabungan Door to Door Obati Warga Korban Banjir di Nanga Taman
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- print Cetak

Petugas Gabungan Door to Door Obati Warga Korban Banjir di Nanga Taman. (Foto: Humas Polres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LawangKuari.Com – Pasca banjir yang merendam wilayah Kecamatan Nanga Taman, tim gabungan tidak tinggal diam melihat kondisi kesehatan warga. Petugas langsung turun ke lapangan untuk memberikan layanan pengobatan gratis dengan cara mendatangi rumah warga satu per satu (door to door) di Desa Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Sabtu (10/1/2026).
Langkah jemput bola ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan darurat yang melibatkan berbagai instansi terkait di Kabupaten Sekadau.
Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, melalui Kasi Humas AKP Triyono, menjelaskan bahwa layanan ini sengaja difokuskan bagi warga yang sulit menjangkau puskesmas atau rumah sakit akibat dampak banjir.
“Hasil rakor menyepakati perlunya layanan kesehatan langsung ke masyarakat. Kami memprioritaskan warga terdampak yang memiliki keterbatasan mobilitas, terutama para lansia,” ujar AKP Triyono.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi besar antara tim Basarnas Kabupaten Sintang, personel Brimob, BPBD Kabupaten Sekadau, Koramil Nanga Taman, Polsek Nanga Taman, serta tenaga medis dari Puskesmas Nanga Taman.
Hingga Sabtu sore, tercatat sebanyak 18 warga telah menerima pemeriksaan dan pengobatan intensif. Tim medis menemukan bahwa sebagian besar warga mulai mengeluhkan penyakit khas pasca banjir yang jika dibiarkan dapat memburuk.
Beberapa keluhan kesehatan yang mendominasi antara lain:
• Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
• Batuk dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
• Nyeri pinggang dan gangguan pencernaan
• Infeksi pada luka akibat rendaman air (kutu air/gatal-gatal)
• Pemeriksaan kesehatan umum lainnya.
Selain memberikan obat-obatan, petugas juga memberikan edukasi penting mengenai penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini krusial dilakukan untuk memutus rantai penyebaran penyakit yang sering muncul akibat lingkungan yang kotor setelah terendam air.
“Masyarakat kami imbau untuk segera membersihkan sisa lumpur di dalam rumah dan menjaga kebersihan sumber air minum. Jangan ragu menghubungi petugas kesehatan atau aparat terdekat jika ada keluhan, khususnya bagi anak-anak dan lansia,” tutup AKP Triyono.
Kehadiran petugas di depan pintu rumah warga ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga merasa terbantu karena tidak perlu menempuh perjalanan jauh di tengah kondisi pemukiman yang masih dalam tahap pembersihan pasca banjir.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Humas Polres

Saat ini belum ada komentar